Cara Agar Telinga Tidak Menjadi Sebab Masuk Neraka

Loading...

Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT tentunya memiliki fungsi tersendiri. Misalnya telinga, yaitu organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra pendengaran. Selain itu telinga juga berhubungan dengan saraf otak yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Disamping itu, telinga juga menduduki posisi yang penting dalam mempengaruhi manusia agar berbuat baik atau berlaku buruk. Bahkan telinga dapat menjadi penyebab seseorang masuk ke dalam neraka.

Cara Agar Telinga Tidak Menjadi Sebab Masuk Neraka

Namun ada beberapa cara untuk menghindarinya. Dimana berdasarkan kondisinya, terdapat dua cara yang bisa dilakukan agar telinga tidak menjadi sebab seseorang masuk neraka. Apa sajakah dua cara tersebut ?

Bagi manusia, telinga menduduki posisi yang penting karena dapat mempengaruhi untuk berbuat baik atau berbuat buruk. Oleh sebab itu seseorang harus waspada agar tidak terjerumus ke dalam neraka hanya karena telinganya.

Pasalnya telinga bisa saja digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak baik, seperti mendengarkan seseorang bergunjing tentang orang lain. Hal ini amat sangat dilarang di dalam Islam, bahkan seseorang yang hanya mendengarkan, dosanya sama dengan dosa orang yang mengucapkan.

Begitu pula halnya dengan mendengarkan adu domba, fitnah dan perkataan atau suara yang diharamkan lainnya. Sebaiknya telinga dipergunakan untuk mendengarkan nasehat-nasehat bijak, baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar telinga tidak menjadi sebab seseorang masuk ke dalam neraka, diantaranya adalah :

1. Melarang dan meninggalkan ghibah
Sebuah riwayat dari Imam Nawawi di dalam Al-Adzkar bahwa, “Ketahuilah bahwa ghibah itu diharamkan bagi orang yang berghibah, diharamkan pula bagi orang yang mendengarkan dan menyetujuinya. Sehingga wajib bagi siapa saja yang mendengar seseorang berghibah untuk melarang orang tersebut, jika ia takut terhadap azabnya. Dan apabila ia takut dengan orang yang menyuruhnya, maka wajib baginya mengingkari dengan hatinya lalu meninggalkan majelis ghibah itu.

Baca Juga :  10 SIFAT PERILAKU PRIA IDAMAN PARA WANITA
loading...

Dengan demikian, apabila ia mampu untuk mengingkari dengan lisannya atau memotong pembicaraan ghibah dengan pembicaraan lainnya, maka wajib baginya untuk melakukannya dan bila ia tidak melakukannya berarti ia telah bermaksiat.

Namun apabila ia berkata dengan lisannya, “Diamlah” namun jika di dalam hatinya ingin pembicaraan ghibah itu dilanjutkan, maka hal tersebut merupakan kemunafikan yang tidak bisa membebaskan dia dari dosa.

2. Menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Alla SWT
Apabila tidak memungkinkan baginya untuk menghindari tempat ghibah tersebut, atau apabila ia telah mengingkari namun tidak diterima, maka haram baginya untuk istima’ (mendengarkan) dan isgho’ (mendengarkan dengan seksama) pembicaraan ghibah tersebut.

Maka hendaknya ia berdzikir kepada Allah SWT dengan lisan maupun dengan hatinya atau dengan memikirkan perkara lain agar ia bisa melepaskan diri dari mendengarkan ghibah tersebut. Sehingga tidak ada dosa baginya mendengar ghibah yaitu hanya sekedar mendengarkan namun tidak memperhatikan dan tidak faham dengan apa yang didengarnya.

Akan tetapi bila beberapa waktu kemudian memungkinkannya meninggalkan majelis dan orang disekitarnya masih terus berghibah, maka awajib baginya untuk meninggalkan majelis tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa,

Baca Juga :  5 Tips Pria Membuktikan Cinta kepada Pasangannya

“Dan apabila kalian melihat orang-orang yang mengejek ayat Kami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka mebicarakan pembicaraan yang lainnya. Dan apabila kalian dilupakan oleh Syaithon, maka janganlah kalian duduk bersama kaum yang dzolim setelah kalian ingat”. (QS. Al-An’am: 68)

Sebab meninggalkan majelis ghibab merupakan sifat orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah SWT bahwa,
“Dan apabila mereka mendengar lagwu (kata-kata yang tidak bermanfaat) mereka berpaling darinya”. (QS. Al-Qashash: 55)

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”. (QS. Al-Mu’minun: 3)

Demikianlah ulasan mengenai cara agar telinga tidak menjadi sebab masuk neraka. Sejatinya segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiiliki manfaatnya masing-masing. Namun alangkah lebih baik bila kita mempergunakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang beriman. Semoga bermanfaat.