FOTO FOTO PESTA SEKS BAWAH TANAH PARA PENGERAN ARAB SAUDI

Kehidupan pangeran Arab diwarnai pesta-pesta malam, pemakaian narkoba dan seks. Semua dilakukan secara tertutup, di balik pintu rumah kalangan jetset dan kerajaan. Pesta bawah tanah itu, sebagaimana dilansir WikiLeaks, terlindung dengan baik. Para tamu benar-benar dibatasi, hanya untuk mereka yang kaya raya dan dikenal dengan baik saja. Lebih dari 150 perempuan dan laki-laki berusia 20-30-an menghadiri pesta di sebuah ruang bawah tanah pada suatu malam.

Polisi pun menjauh, karena aktivitas ini berlabel keluarga kerajaan. “Situasinya seperti klub malam dimanapun di luar kerajaan. Banyak alkohol, pasangan muda berdansa, DJ memainkan musik dan semua orang mengenakan kostum,” demikian penggalan dokumen kabel rahasia AS itu.

loading...

pangeran

Beberapa merek minuman keras ternama memenuhi bar. Larangan alkohol membuat harga minuman itu luar biasa mahal. Seperti vodka merek Smirnoff yang harganya bisa 15 kali lipat vodka lokal. Penjaga ‘klub malam’ itu berasal dari Nigeria atau Afrika.“Mereka berusia sama dan dibesarkan bersama para pangeran itu. Sehingga ada ikatan batin dan kesetiaan yang luar biasa,” lanjutnya. Kabel itu mengklaim, sangat mudah menemukan pelindung seperti ini untuk mengawal lebih dari seribu pangeran di Saudi.

loading...

Baca juga : FOTO ARTIS SYAHRINI BUGIL INDONESIA

Salah satu pemuda Saudi menyatakan pesta-pesta ini menjadi sebuah tren baru di kalangan pemuda. Beberapa tahun lalu, lanjut si pemuda, aktivitas akhir pekan mereka hanya kencan kecil di sebuah rumah orang kaya. Kini beberapa rumah di Jeddah memiliki bar bawah tanah, disko dan klub.

wanita arab

Salah satu kalangan jetset negara yang menguasai 20% cadangan dan pengekspor minyak terbesar dunia ini mengatakan,” meningkatnya konservatisme di masyarakat kami pada beberapa tahun terakhir menggerakkan interaksi sosial ke dalam rumah-rumah.”

Baca juga : PEKERJAAN UNIK MEREMAS PAYUDARA ARTIS

gadis arab

Kegiatan hedonisme di negara Kerajaan ini ditenggarai terjadi hingga sekarang. Namun banyak kalangan yang menutup diri untuk bercerita dan pihak kerajaan pernah mengeluarkan bantahan seraya menyebut pemberitaan ini hanyalah sampah.