Kronologi Munculnya Ya’juj dan Ma’juj

Loading...

Pernahkah kamu mendengar tentang Ya’juj dan Ma’juj ? Dalam Alquran, Ya’juj dan Ma’juj diuraikan sebanyak dua kali. Yaitu dalam surah Al-Anbiyaa dan menjelang akhir surah Al-Kahfi. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj diakhir zaman merupakan salah satu diantara tanda-tanda kedatangan hari Kiamat.

Terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai asal usul kaum Ya’juj dan Ma’juj ini, namun semuanya sepakat bahwa Ya’juj dan Ma’juj termasuk dalam spesies manusia. Hingga saat ini tidak ada satu manusia pun yng mengetahui keberadaan kaum ini, sebab disebutkan bahwa terdapat dinding pemisah antara manusia dengan kaum ini yang dibuat oleh Raja Dzulkarnain disebuah tempat.

Kronologi Munculnya Ya'juj dan Ma'juj

Namun Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa dinding tersebut Ya’juj dan Ma’juj itu telah mulai berlubang. Kelak dari lubang itulah mereka akan keluar. Lalu menimbulkan huru hara dan berbagai kerusakan di muka bumi. Berikut kronologi kemunculan Ya’juj dan Ma’juj di muka bumi.

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa, Ya’juj dan Ma’juj termasuk dalam spesies manusia. Tapi mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. ciri-ciri utama mereka ialah perusak dan memilikijumlah yang sangat besar, sehingga ketika mereka turun dari gunung terlihat seperti air bah yang mengalir, mereka tingga pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil, hidung kecil, mukanya lebar, kulitnya berwarna merah dan wajahnya seakan menyerupai perisai.

Dari Huadzaifah bin Usaid Al-Ghifari RA diceritakan bahwa, Ketika kami tengah berbincang-bincang, Rasulullah SAW melihdat kami. Beliau kemudian berkata, “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa as, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

Kemudian dari Zainab binti Jahsh (Istri Rasulullah SAW) diceritakan bahwa, “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  Disinilah Tempat Dajjal Terbunuh
loading...

Dari kedua riwayat hadits ini telah dikabarkan bahwa salah satu tanda kedatangan hari kiamat adalah munculnya Ya’juj dan Ma’juj. Dalam surah Al-Kahfi ayat 93-98 diuraikan mengenai Ya’juj dan Ma’juj termasuk dinding pemisah yang terbuat dari baja. Hal ini dilakukan agar mereka tidak bisa membobol dinding itu. Mereka dipisahkan lantaran perilaku mereka yang suka berbuat kerusakan. Tetapi Rasulullah SAW telah mengabarkan dinding tersebut telah mulai berlubang.

Namun mereka tidak akan bisa keluar dari tempat itu sebelum janji Allah SWT tiba, dan itu terjadi di akhir zaman. Kaum ini akan keluar setelah Nabi Isa AS diutus turun ke bumi dan membunuh Dajjal.

Proses keluarnya kaum ini dari kurungan memiliki cerita tersendiri, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam hadits no- 3153, Ibnu Majah no. 431 dari Abu Hurairah dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Shahih no. 1735. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Ta’ala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata: ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”

Baca Juga :  PANDUAN BELAJAR MENGHIPNOTIS ORANG LAIN

Ketika Ya’juj dan Ma’juj berada dalam puncak kejahatannya, maka Allah SWT mengirimkan bantuannya untuk memusnahkan kaum ini. Sebagaimana diriwayatkan dari sebuah hadits An-Nawas bin Sam’an yang dishahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Rasulullah bersabda: Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam: ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di Ath-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj wa-Ma’ juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata: ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa as dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”

Semoga bermanfaat.