Ternyata Ka’bah Pernah Terendam Banjir

Loading...
Ka’bah merupakan tempat yang suci bagi umat Islam diseluruh dunia. Di tempat inilah ibadah haji dan umrah dilaksanakan. Namun tahukah kamu bahwa ternyata ka’bah pernah terendam banjir ?
Ternyata Ka'bah Pernah Terendam Banjir
(islamicphotosweb.blogspot.com)

Mungkin tidak banyak yang mengetahui hal ini, sebab peristn iwa ini terjadi beberapa puluh tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 1941, banjir disebabkan karena adanya hujan deras yang telah mengguyur kota Mekkah selama sepekan penuh, siang dan malam.

Kala itu situs media wikiislam.net melaporkan bahwa tinggi air mencapau 152 senti meter dan telah menggenangi kompleks Masjidil Haram termasuk Ka’bah yang ada di dalamnya. Musibah ini menjadikan koreksi bahwa sistem pembuangan air masih belum bagus terlebih lagi Makkah berada ditengah lembah dan disekitarnya dikelilingi beberapa bukit batu.

Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah jemaah haji pada saat itu. Tapi kemungkinan tidak banyak sebab pada tahun 1920-an peziarah terus menurun. Pada 1922, jumlahnya 56 ribu orang.

Dikutip dari laman khazanah.republika.co.id, disebutkan bahwa pada tahun 2015 pernah muncul pengakuan mengharukan dari saksi sekaligus pelaku sejarah dalam musibah banjir yang merendam hampir setengah ketinggian Ka’bah tersebut.

Ternyata Ka'bah Pernah Terendam Banjir
(wikipedia.org)

Terlihat dari gambar diatas tampak sosok yang dilingkari merah, beliau adalah Syekh Ali Ahmad al-Iwadhi. Seorang tokoh apoteker terkemuka dari Bahrain. Beliau-lah pria yang berenang di tengah-tengah luapan banjir itu.

Baca Juga :  Amalan Penghindar dari Kematian yang Buruk
loading...

Bahkan Syekh Ali merupakan orang yang pertama kali memutuskan untuk melakukan thawaf saat peristiwa banjir tersebut dengan berenang, dan beliau juga berhasil mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Saat peristiwa itu terjadi, Syekh Ali menceritakan bahwa umurnya masih 12 tahun dan keberadaanya di Makkah untuk belajar. Kala itu hujan deras terus mengguyur Makkah selama sepekan penuh, siang dan malam hingga akhirnya air meluap dan mengepung kota Makkah. “Saat itu saya putuskan untuk pergi ke Ka’bah bersama saudara dan dua temannya.”kenang Syekh Ali.

Sesampainya disana ternyata air setinggi kira-kira lima hingga enam kaki telah menggenangi Ka’bah. Mereka pun terbengong, lalu kemudian muncullah ide untuk melakukan thawaf ke Ka’bah dengan berenang.

Maka ia bersama saudara dan satu temannya pun akhirnya benar-benar berenang. “Keduanya seperti tampak dalam foto tengah duduk di pintu Ka’bah,” katanya.

Secara terpisah dalam beberapa dekade terakhir, Pemerintah Arab Saudi juga gencar mengkaji fenomena alam nan ekstrem yang terjadi di Makkah dan kawasan sekitarnya.

Prof Mi’raj Nuwab Mizra dan Badr ad-Din Yusuf yang memimpin kajian dari Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Ummul Qura menyimpulkan bahwa banjir telah beberapa kali “menyapa” Makkah dan sekitarnya sepanjang sejarah.

Terutama dataran rendah di bawah Bukit Sarah, seperti Lembah Bays, Qanfadzah, al-Laits, Fathimah, dan Rabigh. Hal ini menjadi perhatian penuh bagi pemerintah setempat, baik itu penanganan pencegahan bencana dan penanganan korban ketika bencana dan pasca-bencana alam itu terjadi.

Baca Juga :  Inilah Sedekah Para Sahabat Nabi

Bahkan sejarah juga mencatat bahwa, fenomena alam seperti banjir dipernah menyedot perhatian para khalifah di masa lalu. Seperti masa pemerintahan Umar bin Khattab, banjir juga merendam Ka’bah. Pada waktu itu beliau membangun bendungan di sebagian lembah, seperti di lembah Fathimah. Namun bencana alam ini sudah merusak bendungan yang terdiri dari dinding batu yang direkatkan dengan lumpur dan tanah.

Untuk saat ini Anda tidak perlu khawatir untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, sebab Ka’bah telah dilengkapi dengan sistem perairan yang lebih baik sehingga kemungkinan terjadinya banjir sangat kecil.

Sumber Rujukan : khazanah.republika.co.id